BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Tanda dan Gejala kecukupan cairan dan elektrolit
Keseimbangan cairan dan elektrolit mencakup komposisi dan
perpindahan berbagai cairan tubuh. Cairan tubuh adalah larutan yang
terdiri dari air dan zat terlaarut. Elektrolit adalah zat kimia yang
menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika
berada dalam larutan . cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh
melalaui makanan, minuman dan cairan intravena dan di distribusikan ke
seluruh bagian tubuh keseimbangan cairan dan elektrolit menandakan
cairan elektrolit tubuh yang normal, demikian juga dengan distribusinya
dalam seluruh bagian tubuh. keseimbangan cairan dan elektrolit saling
bergantung satu dengan yang lainnya jika salah satu terganggu, maka
demikian pula yang lainnya.
Air beserta unsur-unsur
didalamnya yang diperlukan untuk kesehatan sel disebut cairan tubuh dan
cairan ini sebagian berada didalam dan sebagian berada di luar sel.
Cairan dan elektrolit menciptakan lingkungan intraseluler
dan ekstraseluler bagi semua sel dan jaringan tubuh.Cairan intraseluler
merupakan 50% dari berat tubuh letaknya didalam sel dan mengandung
elektrolit serta kalium dan fospat dan bahan makanan seperti glukose dan
asam amino. Kerja enzim dalam sel adalah konstan. Memecahkan dan
membangun kembali sebagaimana dalam semua metabolism untuk
mempertahankan keseimbangan.Cairan ekstraseluler atau cairan
interstisiil membentuk 30% dari cairan dalam tubuh (kira-kira 12 liter).
Air ini merupakan medium di tengah-tengah sel hidup. Sel menerima
garam,makanan serta oksigen dan melepaskan semua hasil buangannya ke
dalam cairan itu juga.Plasma darah merupakan 5% dari
berat tubuh (sekitar 3 liter) dan merupakan sistem transport yang
melayani semua sel melalui medium cairan ekstraseluler.
Pertukaran cairan dalam jaringan : cairan dalam plasma berada dibawah
tekanan hidrostatik yang lebih besar daripada tekanan interstisiil. Oleh
karena itu cairan itu condong untuk keluar dari pembuluh kapiler. Akan
tetapi didalam plasma ada protein plasma ini mengeluarkan tekanan
osmotic yang berusaha menghisap cairan masuk pembuluh kapiler.
Di ujung kapiler arteri tekanan hidrostatik lebih besar daripada tekanan osmotic.
Maka imbangan kekuatan mendorong cairan masuk jaringan pada ujung vena
tekanan hidrostatik kurang tekanan osmotic mengatasinya dan menarik
kembali cairan itu masuk ke kapiler .secara normal cairan itu yang
meninggalkan kapiler lebih banyak daripada cairan yang kembali masuk
kedalamnya. Kelebihan ini disalurkan melalui limfe (getah beninng).
Pertukaran antara cairan ekstraselular dan intraselular juga
bergantung pada tekanan osmotic. Akan tetapi membran sel juga mempunyai
permeabilitas selektif dan mengijinkan dilalui oleh beberapa bahan lain
seperti oksigen, co2 dan urea secara bebas. Akan tetapi memompa bahan
lain masuk atau keluar untuk mempertahanklan perbedaan konsentrasi dalam
cairan intra dan ekstraseluler. Misalnya kalium dikonsentrasikan dalam
cairan intraseluler, sedangkankan natrium dipompa keluar.
Catatan klinik
Keseimbangan cairan dan elektrolit: dalam keadaan normal
jumlah cairan yang masuk ke tubuh adalah sama banyak dengan yang
dibuang. Air dan elektriolit Masuk ke tubuh dalam bentuk air minum.
Cairan dan makanan-makanan lainnya: air dibuang melaui ginjal dalam
bentuk air kencing, melalui kulit dalam bentuk keringat, melalui saluran
pencernaan bersama kotoran, dan melalui paru-paru dalam bentuk uap air
yang keluar bersama udara pernapasan. Elektrolit itu terbuang melalui
air kencing, keringat dan bersama kotoran . kesanggupan tubuh untuk
bertahan keseimbangan cairan dan elektrolit ini sungguh mengagumkan.
Ginjal akan bertambah aktif bila cairan yang kita minum bertambah banyak
dan bila tubuh merasa kekurangan cairan, misalnya sesudah berkeringat
banyak kita akan merasa haus. Pertanda bahwa kita memerlukan tambahan
cairan.
Usaha memperbaiki keseimbangan cairan dan
elektrolit: pada pasien merupakan hal yang sangat penting karena baik
kekurangan atau kelebihan zat-zat itu akan membawa akibat yang lebih
parah.
Dehidrasi atau berkurangnya cairan tubuh ada dua
macam, pertama kekurangan air seperti yang terjadi pada pelaut yang
terdampar akibat kapalnya pecah. Dehidrasi jenis ini akan menyebabkan
rasa haus,demam dan gangguan mental. Kedua dehidrasi yang sering
terjadi pada bayi dan penderita-penderita yang tidak berdaya, misalnya
orang tua atau yang tidak sadar yang tidak mendapat cairan dalam jumlah
yang mencukupi. Dalam hal ini yang penting adalah kekurangan zat
garam(natrium). Dehidrasi jenis kedua ini biasanya disebabkan oleh
kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar. Misalnya: muntah-muntah atau
mencret-mencret kulit penderita akan mengerut, tekanan darah menurun,
dan otot-ototnya melemah. Dalam hal ini rasa haus tidak timbul.
Pada keadaan syok, denyut nadi sangat cepat, kulit lembab,
volume darah yang beredar menyusut dan tekanan darah sangat rendah.
Penyebab syok yang tersering ialah perdarahan dan kekurangan zat garam.
Zat garam(natrium) menyusut sehabis banyak keringat keluar,
keadaan ini tidak dapat diperbaiki hanya dengan minum air saja. Jika
tidak segera diperbaiki keadaan ini akan menyebabkan kejang otak,
kehilangan tenaga, letih dan pingsan. Ini terjadi misalnya pada orang
yang pergi dari daerah dingin ke daerah yang panas. Dan pada mereka yang
bekerja di udara yang sangat panas. Keadaan ini dapat diperbaiki
dengan memberikan minum larutan encer NaCl atau makan tablet garam.
Sampai tubuihnya dapat menyesuaikan diri dengan sekitar.
Kelebihan natrium terjadi pada kegagalan ginjal. Dan bila juga terlalu
banyak larutan NaCl yang diberikan melalui infuse intravenous. Kalium
merupakan elektrolit penting yang lain. Kekurangan kalium terjadi pada
beberapa keadaan, misalnya : muntah-muntah, kehilangan cairan karena
ileostomi dan setelah mendapat obat diuretika (pemercepat kencing).
Kecuali bila disertai pemberian kalium.
Keracunan air
dapat terjadi pada penderita yang terlalu banyak mendapat air tanpa
pemberian natrium. Misalnya hanya glukosa dan air sedangkan penderita
tersebut tidak mampu membuang kelebihan cairan tersebut. Kadar natrium
dalam darah akan sangat menyusut (sering dikacaukan dengan keadaan
kurang natrium) dan penderita menjadi kacau dan kejang-kejang.
Daftar keseimbangan cairan, pentingnya catatan-catatan yang
diatas merupakan prinsip utama yang mendasari pencatatan jumlah cairan
yang masuk dan keluar pada seorang pasien bila diperlukan karena catatan
tentang hal itu tidak hanya menentukan keadaan kesehatan pasien, tetapi
dapat pula menuntukan hidup matinya.
Ini menekankan
pentingnya perhitungan berdasarkan fakta tentang jumlah cairan yang
masuk dalam bentuk minuman maupun makanan dan dalam bentuk pemberian
cairan lainnya sama pentingnya dengan pengukuran jumlah cairan yang
keluar termasuk pendarahan. Cairan yang dihisap keluar dari lambung dan
bronkus, muntah dan di area cairan yang terubah akibat kolostomi dan
ileostomi. Cairan yang keluar melalui luka misalnya luka bakar dan pada
kecelakaan serta pembedahan.
Udema
Udema adalah
tertimbunnya cairan dalam jaringan. Akibat adanya gangguan keseimbangan
seperti tellah diuraikan diatas, udema dapat terjadi oleh :
1. Ada tekanan hidrostatik yang sangat tinggi pada pembuluh-pembuluh kapiler seperti aliran darah vena tersumbat,
2. Tekanan osmotic terlalu rendah karena kadar protein plasma, terutama albumin sangat rendah,
3. Sumbatan pada aliran limfe ,
4. Kerusakan dinding kapiler sehingga plasma dapat merembes keluar
dan masuk kedalam jaringan serta menimbulkan tekanan osmotic yang
melawan tekanan osmotic protein dalam aliran darah.
Air membentuk
2/3 berat tubuh. Air sangat penting bagi kesehatan, dan kekurangan air
lebih cepat menjadi parah daripada kekurangan bahan makanan lain. Air
merupakan bagian yang besar dari jaringan yang melarutkan berbagai zat
dan demikian membantu perubahan kimiawi di dalam alat-alat pencernaan
mempertahankan konsentrasi normal garam dalam jaringan, dan dengan
demikian mengatur bebagai proses dalam tubuh dan memungkinkan terjadinya
proses osmosis.
Air masuk dalam bentuk makanan, cairan dan minuman.
Sebagian besar makanan padat juga terdiri atas air khususnya
buah-buahan dan sayur-sayuran, yang mengandung lebih dari 85% air dan
semangka bahkan mengandung 95% atau lebih. Sejumlah air dalam tubuh juga
diperoleh dari hasil oksidasi makanan.
Pemasukan dan Pengeluaran Cairan Setiap Hari Pada
Orang Dewasa Sehat
Pemasukan Pengeluaran
Cairan yang diminum 1200 ml Ginjal(urine) 1500 ml
Makanan padat (air) 1000 ml Usus halus(feces) 200 ml
Oksidasi makanan (air) 300 ml Paru (dalam udara ekspirasi) 400 ml
Pemasukan total 2500 ml Kulit (keringat,difusi) 400 ml
Pengeluaran total
2500 ml
Keseimbangan air dalam tubuh harus dipertahankan supaya jumlah yang
diterima sama dengan yang dikeluarkan. Penyesuaian dibuat dengan
penambahan atau pengurangan jumlah yang dikeluarkan sebagai urine. Juga
jika seorang berkeringat banyak, ia mengeluarkan lebih banyak air
melalui kulit, maka yang keluar sebagai urine kurang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh antara lain :
1. Umur
Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia, karena usia
akan berpengaruh pada luas permukaan tubuh, metabolisme, dan berat
badan. Infant dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan
cairan dibanding usia dewasa. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan
keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung.
2. Iklim
Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban
udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan
elektrolit melalui keringat. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di
lingkungan yang panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per
hari.
3. Diet
Diet seseorag berpengaruh terhadap intake
cairan dan elktrolit. Ketika intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh
akan membakar protein dan lemak sehingga akan serum albumin dan cadangan
protein akan menurun padahal keduanya sangat diperlukan dalam proses
keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan edema.
4. Stress
Stress dapat meningkatkan metabolisme sel, glukosa darah, dan pemecahan
glykogen otot. Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi
air sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah.
5. Kondisi Sakit
Kondisi sakit sangat berpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Misalnya :
- Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui
IWL (insensible water loss) / kehilangan air
tidak kasatmata.
- Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulator
keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
- Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan
pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk
memenuhinya secara mandiri.
6. Tindakan Medis
Banyak tindakan
medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
seperti : suction, nasogastric tube dan lain-lain.
7. Pengobatan
Pengobatan seperti pemberian deuretik, laksative dapat berpengaruh pada kondisi cairan dan elektrolit tubuh.
8. Pembedahan
Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, dikarenakan
kehilangan darah selama pembedahan.
2.1 Definisi Asam dan Basa
Semua sel hidup pada tubuh manusia dikelilingi oleh lingkungan cair yang
disebut cairan ekstraselular (CES). Komposisi kimiawi dari CES diatur
di dalam batas-batas sempit yang memberikan lingkungan optimal untuk
mempertahankan fungsi sel normal. Konsentrasi ion yang paling tepat
keteraturannya dalam cairan ektrsel adalah ion hidrogen. Penyimpangan
dari konsentrasi ion hidrogen dapat mengganggu reaksi normal metabolisme
selular dengan mengubah keefektifan enzim,hormon,dan pengatur kimiawi
fungsi sel lain.
Keseimbangan asam basa adalah homeostasis dari
kadar hidrogen (H+) pada cairan tubuh.Asam terus menerus diproduksi
dalam metabolisme yang normal.
Asam adalah suatu subtansi yang
mengandung 1 atau lebih ion H+ yang dapat dilepaskan dalam larutan
(donor proton). Asam kuat,seperti asam hidroklorida(HCL),hampir terurai
sempurna dalam larutan ,sehingga melepaskan lebih banyak ion H+. Asam
lemah,seperti asam karbonat (H2CO3),hanya terurai sebagian dalam larutan
sehingga lebih sedikit ion H+ yang dilepaskan.
pH adalah
pencerminan rasio antara asam terhadap basa dalam cairan ekstrasel.pH
dalam serum dapat diukur dengan pH meter,atau dihitung dengan mengukur
konsentrasi bikarbonat dan karbondioksida serum dan menempatkan
nilai-nilainya ke dalam persamaan Henderson Hasselbach
pH = pK+log H-/CO2
Proses metabolisme dalam tubuh menyebabkan terjadinya pembentukan dua
jenis asam , yaitu mudah menguap (volatil) dan tidak mudah menguap (non
volatil). Asam volatil dapat berubah menjadi bentuk cair maupun gas.
Basa adalah subtansi yang dapat menangkap atau bersenyawa dengan ion
hidrogen sebuah larutan (akseptor proton). Basa kuat , seperti natrium
hidroksida (NaOH),terurai dengan mudah dalam larutan dan bereaksi kuat
dengan asam.Basa lemah seperti natrium bikarbonat (NaHCO3), hanya
sebagian yang terurai dalam larutan dan kurang bereaksi kuat dengan
asam.
Pengaturan ion hidrogen yang tepat bersifat
penting karena hampir semua aktifitas sistem enzim dalam tubuh
dipengaruhi oleh konsentrasi ion hidrogen. Oleh karena itu perubahan
konsentrasi hidrogen sesungguhnya merubah fungsi seluruh sel dan tubuh.
Konsentrasi ion hidrogen dalam cairan tubuh normalnya dipertahankan pada
tingkat yang rendah,dibandingkan dengan ion-ion yang lain,konsentrasi
ion hidrogen darah secara normal dipertahankan dalam batas ketat suatu
nilai normal sekitar 0,00004 mEq/liter. Karena konsentrasi ion hidrogen
normalnya adalah rendah dan karena jumlahnya yang kecil ini tidak
praktis, biasanya konsentrasi ino hidrogen disebut dalam skala logaritma
dengan menggunakan satuan pH.
pH = log 1/H+
pH=-log H+
Normal H+ adalah 0,00000004 Eq/liter.oleh karena itu pH normal adalah:
pH= -log (0,00000004)
pH= 7,4
Dari rumus diatas,bahwa pH berhubungan terbalik dengan konsentrasi ion
hidrogen. Oleh karena itu pH yang rendah berhubungan dengan konsentrasi
ion hidrogen yang tinggi dan pH yang tinggi berhubungan dengan
konsentrasi ion hidrogen yang rendah
Seseorang dikatakan asidosis
saat pH turun dari nilai normal dan dikatakan alkolosis saat pH diatas
nilai normal. Batas rendah nilai pH dimana seseorang dapat hidup
beberapa jam adalah sekitar 6,8 dan batas atas adalah sekitar 8,0
Pengaturan perubahan konsentrasi ion hidrogen
Ada 3 sistem utama yang mengatur konsentrasi ion hidrogen
dalam cairan tubuh untuk mencegah asidosis atau alkalosis:
1. Sistem penyangga asam basa kimiawi cairan tubuh
2. Pusat pernafasan
3. Ginjal
Saat terjadi perubahan dalam konsentrasi ion hidrogen
,sistem penyangga cairan tubuh bekerja dalam waktu singkat untuk
menimbulkan perubahan-perubahan ini. Sistem penyangga tidak
mengeliminasi ion-ion hidrogen dari tubuh atau menambahnya kedalam tubuh
tetapi hanya menjaga agar mereka tetep terikat sampai keseimbangan
tercapai kembali.
Kemudian sistem pernafasan juga bekerja dalam
beberapa menit untuk mengeliminasi CO2 dan oleh karena itu H2CO3 dari
tubuh. Kedua pengaturan ini menjaga konsentrasi ion hidrogen dai
perubahan yang terlalu banyak sampai pengaturan yang ketiga bereaksi
lebih lambat,Ginjal dapat mengeliminasi kelebihan asam dan basa dari
tubuh. Walaupun ginjal relatif lambat memberi respon,dibandingkan sistem
penyangga dan pernafasan, ginjal merupakan sistem pengaturan asam-basa
yang paling kuat selama beberapa jam sampai beberapa hari.
Sistem penyangga ion-ion hidrogen dalam cairan tubuh
Penyangga adalah zat apapun yang secara terbalik dapat
mengikat ion-ion hidrogen,yang segera bergabung dengan asam basa untuk
mencegah perubahan konsentrasi ion hidrogen yang berlebihan. Sistem ini
bekerja sangat cepet dan menghasilkan efek dalam hitungan detik.
Ada 4 sistem penyangga dalam cairan tubuh:
1 Sistem penyangga bikarbonat-asam karbonat
sitem penyangga utama dalam tubuh adalah system penyangga
bikarbonat-asam karbonat. Sistem ini bekerja dalam darah untuk menyangga
pH plasma. Apabila ion-ion hidrogen bebas ditambahkan ke dalam darah
yang mengandung bikarbonat maka ion-ion bikrbonat akan mengikat ion
hidrogen dan berubah menjadi asam karbonat H2CO3. Hal ini menyebabkan
ion hidrogen bebas sedikit dalam larutan sehingga penurunan pH darah
dapat dicegah.
2 Sistem penyangga fosfat
Asam
fosforik H2PO42-adalah suatu asam lemah ,asam ini terurai dalam plasma
menjadi menjadi fosfat HPO42- dan ion hydrogen. Fosfat adalah suatu asam
lemah sistem penyangga ini digunakan oleh ginjal untuk menyangga urin
sewaktu ginjal mengeksresikan ion hidrogen.
3 Sistem protein
Sistem penyangga terkuat dalam tubuh. Karena mengandung
gugus karboksil yang berfungsi sebagai asam dan gugus amino yang
berfungsi sebagai basa.
4 Sistem penyangga hemoglobin
Hemoglobin mengikat ion–ion hidrogen bebas sewaktu beredar
melewati sel –sel yang bermetabolisme secara aktif.. Dengan mengikuti
ion hydrogen bebas maka peningkatan konsentrasi ion hydrogen bebas dalam
darh dapat diperkecil dan pH darah vena hanya turun sedikit apabila
dibandingkan dengan darah arteri. Sewaktu darah mengalir melalui paru
,ion ion hydrogen erlepas dari hemoglobin dan berikatan dengan
bikarbionat untuk menjadi asm karbonat yang terurai menjadI CO2 dan
air.CO2 dikeluarkan melalui ekspirasi sehingga ion-ion hidrogen yang
dihasilkan oleh proses metabolism dapat dielimiasi.
Keseimbangan Asam-Basa
Keseimbangan asam-basa terkait dengan pengaturan pengaturan
konsentrasi ion H bebas dalam cairan tubuh. pH rata-rata darah adalah
7,4, pH darah arteri 7,45 dan darah vena 7,35.Jika pH darah < 7,35
dikatakan asidosis, dan jika pH darah > 7,45 dikatakan alkalosis. Ion
H terutama diperoleh dari aktivitas metabolik dalam tubuh. Ion H secara
normal dan kontinyu akan ditambahkan ke cairan tubuh dari 3 sumber,
yaitu:
1. pembentukan asam karbonat dan sebagian akan berdisosiasi menjadi ion H dan
bikarbonat
2. katabolisme zat organik
3. disosiasi asam organic pada metabolisme intermedia, misalnya pada metabolisme
lemak terbentuk asam lemak dan asam laktat, sebagian asam ini akan berdisosiasi
melepaskan ion H.
Ketidakseimbangan asam-basa
Ada 4 kategori ketidakseimbangan asam-basa, yaitu:
1. Asidosis respiratori, disebabkan oleh retensi CO2 akibat hipoventilasi. Pembentukan
H2CO3 meningkat, dan disosiasi asam ini akan meningkatkan konsentrasi ion H.
2. Alkalosis respiratori, disebabkan oleh kehilangan CO2 yang berlebihan akibat
hiperventilasi. Pembentukan H2CO3 menurun sehingga pembentukan ion H menurun.
3. Asidosis metabolik, asidosis yang bukan disebabkan oleh gangguan ventilasi paru.
Diare akut, diabetes mellitus, olahraga yang terlalu berat, dan asidosis uremia akibat
gagal ginjal akan menyebabkan penurunan kadar bikarbonat sehingga kadar ion H
bebas meningkat.
4. Alkalosis metabolik, terjadi penurunan kadar ion H dalam plasma karena defisiensi
asam non-karbonat. Akibatnya konsentrasi bikarbonat meningkat. Hal ini terjadi
karena kehilangan ion H karena muntah-muntah dan minum obat-obat alkalis.
Hilangnya ion H akan menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk menetralisir
bikarbonat, sehingga kadar bikarbonat plasma meningkat.
Untuk mengkompensasi gangguan keseimbangan asam-basa tersebut, fungsi pernapasan dan ginjal sangat penting.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan 2 (dua) parameter penting, yaitu:
volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Osmolaritas
cairan adalah ukuran konsentrasi partikel solut (zat terlarut) dalam
suatu larutan Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan
mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan
ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal
mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air
dalam urin sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan
abnormal dari air dan garam tersebut.
Keseimbangan
asam-basa terkait dengan pengaturan pengaturan konsentrasi ion H bebas
dalam cairan tubuh. pH rata-rata darah adalah 7,4, pH darah arteri 7,45
dan darah vena 7,35. Jika pH darah < 7,35 dikatakan asidosis, dan
jika pH darah > 7,45 dikatakan alkalosis. Ion H terutama diperoleh
dari aktivitas metabolik dalam tubuh. Ion H secara normal dan kontinyu
akan ditambahkan ke cairan tubuh dari 3 sumber, yaitu:
1. pembentukan asam karbonat dan sebagian akan berdisosiasi menjadi ion H dan
bikarbonat
2. katabolisme zat organik
3. disosiasi asam organic pada metabolisme intermedia, misalnya pada metabolisme
lemak terbentuk asam lemak dan asam laktat, sebagian asam ini akan berdisosiasi
melepaskan ion H.
3.2 Saran
Tubuh sehat bukan didapatkan dengan tidak sengaja,melainkan
karena ada usaha untuk menjaga kesehatan. Salah satu usaha tersebut
adalah metabolisme yang seimbang,agar metabolism tubuh berjalan dengan
baik tubuh memerlukan cairan setiap harinya untuk menggantikan cairan
yang hilang. Kita harus banyak minum minimal 8 gelas per hari atau ±2
liter. Minumlah air yang higienis,air ber ion, jus buah.
Makanan yang kita makan setiap hari sangat berpengaruh terhadap pH
darah kita. Agar asam basa seimbang kita harus makan makanan yang kaya
akan protein seperti beras,jagung, dan gandum sebagai pembentuk asam.
Sedangkan untuk pembentukan basa, hamper semua jenis buah dan sayuran
adalah pembentuk basa,cobalah untuk memperbanyak makan buah dan sayuran
agar pH darah meningkat dan metabolism tubuh seimbang.
Sebelum bermasalah dengan kesehatan alangkah baiknya kita harus menjaganya.
REFERENSI
- Lorraine M.Wilson. Patofisiologi Gangguan Asam Basa
- dr.Jan Tambayong. Patofsiologi untuk keperawatan
- Elizabeth J. Corwin Buku Saku Patofisiologi
Sabtu, 25 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar